Jangan Pelit Menafkahi Istri, Suami Baca Ini !!!

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini Dalam kehidupan berumahtangga wajiblah kita memahami hak dan kewajiban pasangan suami istri dalam urusan penafkahan. Nafkah secara lahir maupun batin. Namun banyak dilingkungan kita rumah tangga bermalasah alasannya yakni dilema nafkah lahir dimana pasangan suami istri ini mempermasalahkan uang atau harta.


Sesungguhnya Islam melihat nafkah untuk istri ini ibarat apa? Bila beberapa suami meneliti satu saja ayat Al Qur’an pasti ia bakal mengerti manfaatnya sebagai kepala rumah tangga. “Wajib untuk tiap-tiap suami untuk memberi nafkah serta baju pada istri, dengan sepantasnya. ” (Q. S. Al-Baqarah : 233)
Jika keadaan memang istri harus bekerja maka pendapatan istri yaitu mutlak punya istrinya. Bila ia membagi pendapatan itu untuk keluarga, itu sebagai sedekah baik untuk dia, suami dilarang mengotak-atik harta istri tanpa ada ridhanya, bahkan juga demikian sebaliknya istri tidak butuh memerlukan ridha suami waktu suami melalaikan nafkah keluarga serta istri waktu ia berpunya, atau dapat menafkahi dengan layak, dengan catatan mesti dengan ma’ruf, mengambil sesuai sama keperluan.
Ungkapan bahwa uang suami uang istri dan uang istri uang istri,sebenarnya memang benar demikian adanya,tetapi harus menurut konteks dan keadaan yg realistis,atau menurut susila kepatutan,Sbb :
Maka bahwa uang suami yakni uang istri,adalah harta/materi yg diberikan oleh suami kepada istri/keluarga yang menurut kemampuan suami ,
Didalam Al-Quran disebut “NAFAQO/PERNAFKAHAN”,yakni seorang suami wajib memberi sesuatu harta/benda/materi atau uang,kepada istri/keluarga yg menjadi tanggung jawabnya.
لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّه
“Hendaklah orang yang bisa memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Tuhan kepadanya….”
(QS.65. Ath Thalaaq:7)
Dalam nilai-nilai Islam menawarkan tuntunan bahwa nafkah harta benda/materi atau uang yg telah diberikan pada istri dilarang untuk mengambilnya kembali,bahwa ayat ini bercerita perihal istri yang ditinggalkan atau pisah saja tidak diperbolehkan untuk diambil,maka apalagi jikalau masih hidup berumah tangga bersama,tentu lebih-lebih tidak diperbolehkan.
“Dan jikalau kau ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain , sedang kau telah menawarkan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kau mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kau akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang aktual ?”
(QS.4. An Nisaa’:20)
Cepatlah bertobatlah suami-istri jikalau keduanya telah berbuat tak ma’ruf dalam kehidupan rumah tangga dalam permasalahan nafkah, akibatnya kezaliman yang sangat bersahabat dengan neraka.
Semoga bermanfaat, Silahkan di share semoga suami-suami tidak pelit lagi..

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below