Umat Muslim Baca!!! Jangan Sembrono! Inilah Kemuliaan dan Keistimewaan Hari Arafah

MediandaTerkini – Ketika bulan dzulhijjah datang para muslimin dan muslimat banyak melaksanakan amalan sunah yakni puasa sunnah tarwiyah, arafah.  Namun tahukah anda di antara keutamaan hari Arafah yaitu di hari tersebut Tuhan memperlihatkan banyak dispensasi berupa pembebasan dari siksa api neraka dan juga abolisi dosa selama 2 tahun bagi yang mau berpuasa pada hari Arafah.


Imam Ibnu Rajab Al Hambali menjelaskan perihal Kemuliaan dan Keistimewaan Hari Arafah, Berikut yaitu rinciannya:
1. Hari Arafah yaitu hari disempurnakannya agama dan nikmat
Dalam kitab Shahihain, Sahabat ‘Umar bin Al Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa ada seorang Yahudi berkata kepada ‘Umar,
آيَةٌ فِى كِتَابِكُمْ تَقْرَءُونَهَا لَوْ عَلَيْنَا مَعْشَرَ الْيَهُودِ نَزَلَتْ لاَتَّخَذْنَا ذَلِكَ الْيَوْمَ عِيدًا . قَالَ أَىُّ آيَةٍ قَالَ ( الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا ) . قَالَ عُمَرُ قَدْ عَرَفْنَا ذَلِكَ الْيَوْمَ وَالْمَكَانَ الَّذِى نَزَلَتْ فِيهِ عَلَى النَّبِىِّصلى الله عليه وسلموَهُوَ قَائِمٌ بِعَرَفَةَ يَوْمَ جُمُعَةٍ
Ada ayat dalam kitab kalian yang kalian membacanya dan seandainya ayat tersebut turun di tengah-tengah orang Yahudi, tentu kami akan menjadikannya sebagai hari perayaan (hari ‘ied).” “Ayat apakah itu?” tanya ‘Umar. Ia berkata, “(Ayat yang artinya): Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kau agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” ‘Umar berkata, “Kami telah mengetahui hal itu yaitu hari dan daerah di mana ayat tersebut diturunkan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bangun di Arafah pada hari Jum’at.” (HR. Bukhari no. 45 dan Muslim no. 3017). At Tirmidzi mengeluarkan dari Ibnu ‘Abbas semisal itu. Di dalamnya disebutkan bahwa ayat tersebut turun pada hari ‘Ied yaitu hari Jum’at dan hari ‘Arafah.
2. Hari Arafah yaitu hari ‘ied (perayaan) kaum muslimin
Sebagaimana kata ‘Umar bin Al Khattab dan Abdullah bin ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma. Karena Ibnu ‘Abbas berkata, “Surat Al Maidah ayat 3 tadi turun pada dua hari ‘ied: hari Jum’at dan hari Arafah.” ‘Umar juga berkata, “Keduanya (hari Jum’at dan hari Arafah) -alhamdulillah- hari raya bagi kami.” Akan tetapi hari Arafah yaitu hari ‘ied bagi orang yang sedang wukuf di Arafah saja. Sedangkan bagi yang tidak wukuf dianjurkan untuk berpuasa menurut jumhur (mayoritas) ulama.
3- Hari Arafah yaitu asy syaf’u (penggenap)
Yang mana Tuhan bersumpah dengannya sedangkan hari Idul Adha (hari Nahr) disebut al watr (ganjil). Inilah yang disebutkan dalam ayat,
وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ
Dan (demi) yang genap dan yang ganjil” (QS. Al Fajr: 3). Demikian kata Ibnu Rajab Al Hambali. Namun Ibnul Jauzi dalam Zaadul Masiir menukil pendapat sebaliknya. Yang dimaksud al watr yaitu hari Arafah, sedangkan asy syaf’u yaitu hari Nahr (Idul Adha). Demikian pendapat Ibnu ‘Abbas, ‘Ikrimah dan Adh Dhohak.
4. Hari Arafah yaitu hari yang paling utama di dunia
5. Hari Arafah lebih utama dari 10.000 hari
Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata, “Hari Arafah lebih utama dari 10.000 hari.”’Atho’ berkata, “Barangsiapa berpuasa pada hari Arafah, maka ia menerima pahala menyerupai berpuasa 2000 hari.”
6. Hari Arafah yaitu haji Akbar
Menurut sekelompok ulama tabi’in, hari Arafah disebut hari haji akbar. Sedangkan ulama lain menyelisihi hal itu, mereka mengatakan bahwa hari haji akbar yaitu hari Nahr (Idul Adha).
7. Berpuasa di hari Arafah akan diampuni dosanya 2 tahun
Siapa saja yang berpuasa di hari Arafah akan diampuni dosanya selama dua tahun. Dari Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ
Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu” (HR. Muslim no. 1162)
8. Hari Arafah yaitu hari pengampunan dosa dan pembebasan dari siksa neraka
Sebagaimana diriwayatkan dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ
Di antara hari yang Tuhan banyak membebaskan seseorang dari neraka yaitu hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Tuhan berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim no. 1348)
Allah pun begitu besar hati dengan umat Islam yang sedang berwukuf di Arafah.
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُبَاهِى مَلاَئِكَتَهُ عَشِيَّةَ عَرَفَةَ بِأَهْلِ عَرَفَةَ فَيَقُولُ انْظُرُوا إِلَى عِبَادِى أَتَوْنِى شُعْثاً غُبْراً
Sesungguhnya Tuhan berbangga kepada para malaikat-Nya pada sore Arafah dengan orang-orang di Arafah, dan berkata: “Lihatlah keadaan hambaku, mereka mendatangiku dalam keadaan kusut dan berdebu” (HRn kusut dan berdebu” (HR. Ahmad 2: 224)
Wallahu A’lam. Semoga bermanfaat.

Sumber:kabarmakkah.com
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below