Ternyata Larangan Rasulullah Untuk Mencabut Uban Kini Terbukti Secara Medis, Tolong Sebarkan!

Sahabat bagikan ini – Sangat wajar kalau seseorang menginjak usia senja, muncul pada kepala, wajah atau jenggotnya rambut putih, alias uban. Itulah fase kehidupan yang akan dilewati oleh setiap insan.

Sebagaimana firman Tuhan : “Allah, Dialah yang menciptakan kau dari keadaan lemah, kemudian Dia mengakibatkan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia mengakibatkan (kamu) sesudah besar lengan berkuasa itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Ar Ruum: 54) 

Kadangkala memang kita ingin menghilangkannya, mencabutnya, atau mengganti warnanya dengan warna lain. Namun alangkah bagusnya kalau setiap tindak-tanduk kita didasari dengan ilmu semoga kita tidak hingga terjerumus dalam kesalahan dan dosa. 

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda : “Janganlah mencabut uban alasannya yaitu uban yaitu cahaya pada hari selesai zaman nanti. Siapa saja yang beruban dalam islam walaupun sehelai, maka dengan uban itu akan dicatat baginya satu kebaikan, dengan uban itu akan dihapuskan satu kesalahan, juga dengannya akan ditinggikan satu derajat.” (HR Ibnu Hibban) 

Bagian Uban Yang Dilarang Untuk Dicabut, dan Hukum Mencabut Uban 

Dalam kitab Al Jami Li Ahkami Ash Shalat, Muhammad Abdul Lathif Uwaidah mengatakan bahwa bab yang dilarang untuk dicabut ubannya yaitu jenggot, alis, kumis dan kepala. Sementara itu hukum ihwal larangan mencabut uban menurut para ulama dari kalangan Malikiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah sepakat bahwa hukumnya makruh. 

Larangan Mencabut Uban Berdasarkan Medis


Seorang ilmuwan dari Spanyol berjulukan Ismael Galvan, di tahun 2012 melaksanakan penelitian ihwal uban. Hasilnya cukup mencengangkan alasannya yaitu ternyata seseorang yang memiliki uban akan hidup sehat dan berumur panjang.

“Pada manusia, melanin ibarat pada kulit, rambut dan bulu merupakan jenis yang sama. Hal ini membatasi pengetahuan pada konsekuensi fisiologi pigmentasi”, Ucapnya. 

Maksud dari keterangan tersebut menyatakan bahwa uban menjadi tanda absennya melanin yang berarti juga kondisi tubuhnya dalam keadaan sehat.

Subhaanallah, sungguh apa yang dianjurkan Rasulullah bersumber dari Tuhan yang Maha Mengetahui sehingga tidak ada satu pun tawaran yang tidak memiliki manfaat, baik untuk kehidupan dunia ataupun akhirat. Maka sudah sepatutnya kita untuk selalu bersyukur masih diberi kesempatan mengetahui segala tawaran Rasulullah dan berusaha semaksimal mungkin mengamalkannya.

sumber : sukasaya.com
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below