Inilah Hukuman Bagi Orang Yang Menjadikan Yang Mahakuasa Sebagai Barang Dagangannya

Posted by: Tags:

– Dalam Islam, bersumpah ialah sesuatu yang dianggap sakral karena didalamnya ada penyebutan nama Allah. Ketika seseorang bersumpah dengan kalimat, “Demi Tuhan …” secara tidak pribadi ia mengatakan bahwa Allahlah yang menjadi saksi atas apa yang ia perbuat.

ilustrasi

Seorang Muslimah boleh saja bersumpah karena hukumnya mubah, tetapi sebaiknya hindari melaksanakan sumpah terhadap hal-hal yang tidak perlu melaksanakan sumpah, kecuali karena memang mendesak. Misalnya, kalau berniat kerumah saudara untuk bersilaturahmi, tidak perlu harus mengatakan “Demi allah, bulan depan aku akan mengunjungimu.” Tanpa bersumpah pun ia mampu mengunjungi saudaranya. Cukup dengan ucapan, “Insya Tuhan aku akan datang bulan depan.” Dengan kata lain, jangan jadikan sumpah sebagai “barang dagangan”. Sedikit-sedikit mengatakan sumpah, sebaiknya dihindari.

Dalam hadist diingatkan, “Tiga orang yang mereka itu tidak diajak bicara dan tidak disucikan oleh Tuhan pada Hari Kiamat, serta bagi mereka siksa yang pedih, yaitu orang renta bruban yang berzina, orang gulung tikar yang congkak dan orang yang menimbulkan Tuhan sebagai barang dagangannya, ia tidak membeli dan tidak pula menjual kecuali dengan bersumpah” (HR Thabrani).

Bagi Muslimah yang telah bersumpah dengan nama Allah, berarti ia harus bersungguh-sungguh menepatinya. Jika melanggar, sanksinya ialah memberi makanan sepuluh orang miskin atau memberinya pakaian atau memerdekakan seorang budak atau kalau tidak sanggup diwajibkan puasa selama tiga hari. Dijelaskan dalam Al-Quran, Tuhan tidak menghukum kau disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak di maksud (untuk bersumpah), tetapi ia menghukum kau disebabkan sumpah-sumpah yang kau sengaja.

Maka, kafarat (melanggar) sumpah itu, memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kau berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Siapa saja yang tidak sanggup melaksanakan yang demikian maka kafaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu ialah kafarat sumpah-sumpahmu bila kau bersumpah (dan kau langgar) dan jagalah sumpahmu. Demikian lah Tuhan menunjukan kepadamu hukum-hukum-Nya biar kau bersyukur )kepada-Nya) (QS Al-Maidah [5]: 89). [islamyca]

Sumber  : 195 Pesan Cinta Rasulullah Oleh Abdillah F.Hasan

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below