4 Sunnah Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam di Waktu Petang

Posted by: Tags:

Maghrib atau jelang petang yaitu perpindahan waktu antara siang menuju malam. 
Dibawah ini yaitu hal hal atau etika yang dianjurkan dilakukan menjelang petang atau maghrib tiba. Diantara sunah sunah Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam

keutamaan-mengajarkan-al-quran-pada-anak

Memasukkan anak anak dalam rumah

Orang bau tanah zaman dahulu kerapkali menyuruh anak-anaknya untuk masuk ke rumah ketika waktu menjelang petang tiba. Ternyata hal tersebut merupakan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tentunya berpahala.
Rasulullah telah mengabarkan sesungguhnya jin dan juga setan berkeliaran ketika waktu maghrib. Itulah mengapa diperintahkan untuk memasukkan anak kedalam rumah. Mengerjakan etika tersebut merupakan salah satu bentuk menjaga diri dari gangguan jin dan setan. Banyak anak yang dihinggapi setan ketika maghrib, sedangkan orang bau tanah si anak tidak mengetahui dan menyadarinya. Begitulah islam telah mengatur untuk para penganutnya suapaya menjaga belum dewasa dan rumah-rumah daerah tinggalnya.
Dalam sebuah hadist Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Jangan kalian membiarkan anak anak kalian di ketika matahari terbenam hingga menghilang kegelapan malam karena setan berpencar jikalau matahari terbenam hingga menghilang kegelapan malam,” (Dari Jabir dalam kitab Sahih Muslim).

Menutup Pintu dengan menyebut nama Allah

Sunnah kedua yang telah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam turunkan kepada umatnya yaitu hendaknya kita menutup pintu-pintu sambil menyebut nama Tuhan SWT diwaktu menjelang petang. Dengan menutup pintu sambil menyebut nama Tuhan niscaya kita akan senantiasa selalu terjaga dari gangguan setan dan jin.
Dari Jabir bin abdillah rahiyallahu ‘anhu telah memberikan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ –أَوْ أَمْسـيتُمْ– فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ، فَإنَّ الشيطَانَ يَنْتَشـر حِينَئِذٍ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ، وَأَغْلِقُوا الأَبْوَابَ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللّهِ، فَإنَّ الشيطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَاباً مُغْلَقاً
“Jika masuk awal malam –atau dia mengatakan: jikalau kalian memasuki waktu sore- maka tahanlah belum dewasa kalian karena setan sedang berkeliaran pada ketika itu. Jika sudah lewat sesaat dari awal malam, bolehlah kalian lepaskan belum dewasa kalian. Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Tuhan karena setan tidak mampu membuka pintu yang tertutup” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
shalat sunnah

Sholat Dua Rakaat Sebelum Maghrib

Berdasarkan sebuah hadits Abdullah bin Mughaffal Al-Muzani radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dia bersabda: “Shalatlah sebelum shalat Maghrib” tiga kali dan pada yang ketiga, dia mengatakan, “bagi yang mau” karena tidak suka kalau umatnya menimbulkan hal itu sebagai suatu kebiasaan
Sholat dua rakaat sebelum Maghrib atau dua rakaat di antara adzan dan iqamah bukanlah sunnah yang ditekankan untuk dilaksanakan menyerupai layaknya shalat sunnah rawatib, akan tetapi boleh ditinggalkan. Oleh karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada sabda tersebut “Bagi siapa yang mau” karena dia tidak suka jikalau dianggap umatnya sebagai sunnah yang dikuatkan.
Dalam hadits lain dari Annas radhiyallahu ‘anhu dia mengatakan “Sungguh saya melihat para sobat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang senior saling berlomba mengejar tiang-tiang (untuk dijadikan daerah shalat) ketika masuk waktu maghrib.” (HR. Al-Bukhari no. 503)
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia mengatakan : “Kami pernah tinggal di Madinah. Saat muadzin ber adzan untuk shalat Maghrib, mereka (para sobat senior) saling berlomba mencari tiang-tiang lalu mereka shalat dua rakaat dua rakaat hingga ada orang gila yang masuk masjid untuk shalat menduga bahwa shalat Maghrib sudah ditunaikan karena saking banyaknya yang melakukan shalat sunnah sebelum Maghrib.” (HR. Muslim no. 837).

Makruh Tidur sebelum isya’

Sunnah selanjutnya yakni tidak tidur ketika maghrib atau sebelum isya’. Hal ini berdasar hadits Abu Barzah Al-aslami radhiyallahu ‘anhu, dia berkata
أنَّ النَّبيّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَسْتَحِبُّ أَنْ يُؤَخِّرَ الْعِشَاءَ، قَالَ: وَكَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَهَا، وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا
“Bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suka untuk mengakhirkan waktu Isya’, membenci tidur sebelumnya, dan membenci bincang-bincang setelah Isya’.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.