Dajjal Dan Ciri-Cirinya

Posted by: Tags:

Diantara tanda-tanda hari simpulan zaman ialah munculnya Dajjal, yaitu sosok insan dari turunan Adam yang akan menjadi fitnah bagi manusia.karena besarnya fitnah  Dajjal  dan sangat berbahayanya bagi manusia,maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjelaskan sifat-sifatnya secara terperinci dalam banyak sekali hadits.

Hadits-Hadits perihal Dajjal sangat banyak dan shahih, bahkan para Ulama menganggapnya mutawatir. Tidak ada seorangpun dari kalangan ahlussunnah yang menentang info munculnya  Dajjal tersebut, kecuali ibarat biasanya kelompok yang lebih menuhankan akalnya—Mu’tazilah dan Rasionalis. Mereka menganggap bahwa  Dajjal hanyalah ungkapan perihal sifat, Bukan satu sosok makhluk yang disebut dengan  Dajjal . Maka menurut mereka setiap orang yang memandang segala problem hanya dengan sebelah mata yaitu hanya dengan barometer dunia, maka dia ialah  Dajjal .

Tentunya anggapan mereka ini ialah anggapan batil yang terbantah dengan hadits-hadits yang shahih. Kami kira cukup kami nukilkan hadits-hadits tersebut yang menjelaskan sifat-sifat  Dajjal. Niscaya akan menjadi terperinci apakah  Dajjal itu sebuah ungkapan, sifat atau memang sesosok makhluk dari jenis insan yang akan muncul di simpulan Zaman.

Ciri-ciri Dajjal :

1. Dajjal Buta sebelah Matanya
Diriwayatkan dari Ibnu Umar رضي الله عنهما bahwasannya Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyebutkan  Dajjal ditengah-tengah insan seraya berkata:

إن الله لايخفى عليكم إن الله ليس بأعور ألا وإن المسيح الدجال أعور العين كأن عينه عنبة طافية Sesungguhnya Yang Mahakuasa ta’ala tidak Buta. Ketahuilah bahwa al-Masih ad Dajjal buta sebelah kanannya seolah-olah sebuah anggur yang busuk. (HR. Bukhari)

2. Dajjal ialah Pemuda Keriting 
Dari an-Nawwas bin sam’anرضي الله عنه berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم saat mensifati Dajjal :

إنه شاب قطط عينه طافية كأني أشبهه بعبد العزى بنقطن dia ialah seorang cowok keriting,matanya rusak,seperti saya melihat ibarat dengan abdul ‘Uzza ibnul Qathn. (HR.Muslim)

3. Dajjal ialah laki-laki pendek 
Diriwayatkan daru Ubadah bin Shamit رضي الله عنه, berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

 إن مسيح الدجال رجل قصير جعد أعور مطموس العين ليس بنا تئة ولا حجرا فإن ألبس عليكم فاع لموا أن ربكم ليس بأع ور
Sesungguhnya Dajjal ialah seorang laki-laki yang pendek, afja’ (pengkor), keriting,buta matanya sebelah tidak timbul tidak pula berlubang. Kalau ia membuat kalian ragu-ragu ketauhilah Rabb kalian tidak buta. (HR. Daud; dan dishahihkan oleh al-Bani dalam shahi al-Jami’u ash-Shagir,Hadits no.2455)

Afja’ dalam hadits diatas ialah seorang yang jika berjalan meregangkan antara dua kakinya ibarat seorang yang selesai di khitan. Dan ini ialah salah malu dajjal juga,demikian dikatakan dalam Aunul Ma’bud Syarh Abu Dawud, Hal.298

4. Dajjal Lebar lehernya dan Bongkok 
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه,bersabda Rasulullah صلى الله عليه

وسلم : وأما مسيح الصلالة فإنه أعور العين أجلى الجبهة عريض النحر فيه دفأ كأنه قطن بن عبد العزى Adapun penebar kesesatan (Dajjal),maka dia buta matanya sebelah,lebar jidatnya,luas lehernya dan agak bungkuk ibarat dengan Qathn Ibnu Abdil Uzza.  (HR.Ahmad dalam Musnad-nya ; Berkata Ahmad Syakir : “isnadnya shahih” dan dihasankan oleh Ibnu Katsir)

5. Memiliki “Syurga” dan “Neraka” 
Dari Huzaifah رضي الله عنه bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم:

الدجال أعور العين اليسري جفال الشعر معه جنة و جنته نار Dajjal matanya buta sebelah,cacat mata kirinya, tebal rambutnya,dia memilki syurga dan neraka”. Syurganya ialah neraka Allah, dan nerakanya ialah surga Allah.(HR.Muslim)

6. Diantara Kedua mata Dajjal tertulis KAFIR 
Dari Annas رضي الله عنه, berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

 …ألا إنه أعور وإن ربكم ليس بأعور وإن بين عينيه مكتب كافر فيه …Ketahuilah bekerjsama dia (Dajjal) buta sebelah sedangkan Rabb kalian tidak buta. Dan bekerjsama diantara kedua matanya tertulis KAFIR. (HR.Bukhari)

Dalam riwayat lain disebutkan : ثم تهجاها (ك ف ر) يقروه كل مسلم …Kemudian mengejanya (Kaf , Fa , Ra) semua Muslim dapat membacanya.  (HR.Muslim dalam shahihnya kitab Fitan (18/59-SyarhImam Nawawi)

Dalam riwayat lain dari Hudzaifahرضي الله عنه dikatakan : يقرؤه كل مؤمن كاتب وغير كتب …
Setiap Mukmin dapat membacanya, apakah dia mampu tulis atau pun buta huruf. (HR.Muslim)

7. Para Nabi telah memperingatkan dari Fitnah Dajjal 
Dari Annas رضي الله عنه, berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

 ما عث نبي إلا أنذر أته الأعور الكذاب ألا إنهأعور و إن ربكم ليس بأعور وإن بين عينيه مكتوب كلفر فيه Tidaklah diutus seorang nabi pun, kecuali memperingatkan umatnya dari ancaman si buta,sang pendusta.ketauhilah bekerjsama dia buta sebelah sedangkan Rabb kalian tidak buta.Dan bekerjsama diantara kedua matanya tertulis KAFIR. Dajjal besar badannya. (HR.Bukhari)

Dari Imran bin Husain Radiyallahu anhu, dia mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda : ما بين خلق آدم إلي فيام السا عة خلق أكبر من الد جال “tidak ada satu makhluk pun semenjak Adam hingga hari simpulan zaman yang lebih besar dari Dajjal. (HR. Muslim)

8. Dajjal tidak memiliki keturunan 
Dari debu sa’id al khudry رضي الله عنه, ia ditanya;

 ألست سمعت رسوالله صلي الله عليه وسلم يقول إنه لا يو لد له قل قلت بلى Bukankah engkau telah mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata ; Sesungguhnya dia (dajjal) tidak mempunyai keturunan.” (Abu Sa’id) menjawab : “ya”. (HR. Muslim)

                                                        *************************  

Tempat Munculnya Dajjal

Diriwayatkan dari Abu Bakar Ash Siddiq رضي الله عنه, Rasulullah صلى الله عليه وسلم memberikan kepada kami : 
الدجال يخرج من أرض بالمشرق يقال له خوراسان 
Dajjal akan keluar dari bumi pecahan timur yang disebut khurasan. 
Diriwayatkan dari Annas bin Malik رضي الله عنه ia berkata : Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda 
يجرج الدجال من يهودية أصبها ن معه سبعون ألفا اليهود 
Dajjal akan keluar dari kawasan Yahudi Asbahandan bersamanya tujuh puluh ribu orang dari kalangan Yahudi (HR. Ahmad) Berkata Ibnu Hajar Asqalani : “Adapun perihal dari mana munculnya Dajjal maka ini sangat terperinci yaitu dari arah Masryg.” (Fathu Bary (13/91) 
Berkata Ibnu Katsir : “awal munculnya Dajjal dari Ashbahan, dari desa yang disebut dengan desa Yahudi (al Yahudi-yah).” 
Dajjal tidak dapat masuk Makkah & Madinah 
Yang Mahakuasa SWT telah mengharamkan Dajjal masuk Mekah dan Madinah. Sesungguhnya dia menjelajahi segala negeri kecuali keduanya. 
Dirwayatkan dari Fatimah binti Qais Radhiyallahu anha, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم menceritakan perihal kisah Tamim ad-Daari tersebut dan pengalamannya ditengah lautan saat bertemu dengan sesosok makhluk yang terbelenggu. Rasulullah صلى الله عليه وسلم membenarkan kisah Tami ad-Daari tersebut ialah Dajjal yang akan keluar di simpulan Zaman. Maka para Ulama mendapatkan riwayat tersebut dari pembenaran Rasulullah صلى الله عليه وسلم . 
Didalam kisah tersebut disebutkan bahwa Dajjal berkata : “…maka saya akan keluar dan mengelilingi dunia. Tidak ada satupun Daerah kecuali saya masuki dalam waktu 40 malam, kecuali Makkah dan Thayibah kerana keduanya diharamkan atasku. Setiap saya akan memasuki salah satunya, maka akau di halangi oleh malaikat-malaikat yang ditangan-tangan mereka tergenggam pedang-pedang yang terhunus menghalauku dari keduanya…” maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengatakan sambil menunjuk dengan tingkat ke tanah: 
هذه طيبة هذه طيبة هذهطيبة يغني المدينة ألا هل كنت حدثتكم ذلك؟ فقال الناس نعم فإنه أعجبني حديث تميم أنه وافق الذي كنت أحدثكم عنه وعن المدينة ومكة ألا إنه في بحر الشامأو بحر اليمن لابل من قبل المشرق ما هو من قبل المشرق ما هو من قبل المشرق ما هو وأومأ بيده إلى المشرق 
“inilah yang di maksud Thoyibah, inilah yang dimaksud yakni al Madinah. Bukankah saya pernah mengatakannya kepada kalian?” maka insan menjawab : Ya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata: “Sungguh sangat bagus saya info dari Tamim ad-Daari ini,sesungguhnya ia cocok dengan apa yang telah saya sampaikan kepada kalian perihal Madinah dan Makkah. Ketauhilah bekerjsama dia (Dajjal) ada di laut Syam atau dilaut Yaman.Tidak, Bahkan di arah Masryq,bahkan diarah Masryq sambil mengisyaratkan dengan tangannya kearah Masryq. 
Para Pengikut Dajjal
Diriwayatkan dari Annas bin Malik رضي الله عنه : Sesungguhnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
 أن رسوالله صلى الله عليه وسلم قل يتبع الدجال من يهود أصبهان سبعون ألقا عليهم الطيالسة 
akan mengikuti Dajjal orang-orang dari kalangan Yahudi Ashbahan 70 ribu orang yang dipimpin oleh thayalisah. (HR.Muslim) 
Dalam riwayat lain Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: 
ينزل الدجال في هذه السخة بمرقناة فيكن أكثر من يخرج إليه النساء حتى إن الرجل ليرجع إلى حميمه وإلى أمه وابنته وأخته وعمته فيو ثقها ربا طا مخافة أن تخر ج إليه 
Dajjal akan turun dari kawasan dataran ber-garam yang berjulukan Marriqanah. Maka yang banyak mengikutinya ialah para wanita,sampai seorang laki-laki pulang kerumahnya menemui istrinya,ibu dan anak perempuan serta saudara perempuan dan bibinya kemudian mereka ikat sebab khawatir kalau-kalau keluar menemui Dajjal dan mengikutinya.  (HR. Ahmad(7/190) dan dishahihkan oleh Ahmad syakir). 
Berlindung dari fitnah Dajjal 
Oleh kerana itu rasulullah صلى الله عليه وسلم mengajarkan kepada kita untuk berlindung kepada Yang Mahakuasa dari ancaman fitnah Dajjal khususnya di simpulan solat setelah tasyahud sebagai berikut: 
اللهمإني أعو ذبك من عذاب جحنم ومن عذاب القبر ومن فتنة المحيا والممات ومن فتنة المسيح الدجال Ya Yang Mahakuasa bekerjsama saya berlindung kepada-MU dari azab neraka Jahannam,dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan maut dan dari kejahatan fitnah al masih ad-Dajjal. (HR.Muslim) 
Peringatan!!
Syaikh al Albani rahimahullah berkata : “Ketahuilah bahwa hadits-hadits perihal Dajjal dan turunnya Isa ‘alaihi Salam ialah mutawatir dan kita wajib mengimaninya. Jangan tertipu dengan orang yang menganggap bahawa hadits-hadits tersebut ialah minggu (tidak mutawatir). Kerana mereka ialah orang-orang kurang cerdik perihal ilmu hadits. Tidak ada dari mereka yang telah menelusuri semua jalan-jalan hadits ini. Kalau saja mereka mahu menelusurinya, nescaya mereka pun akan mengatakan bahwa hadits ini mutawatir sebagaimana ucapan para imam ahlul hadits.” Seperti al-Hafidh ibnu Hajar as Qalani dan lain-lainnya. 
Sungguh sangat disayangkan adanya orang-orang yang lancang berbicara perihal problem ini dalam keadaan tidak memiliki spesialisasi dalam bidangnya,apalgi perkara ini perkara agama bahkan perkara aqidah.  (lihat Takhrij Syarh Aqidatu ath-Thahawiyah,oleh Syaikh al-Albani,hal 501

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.